Indahnya Ibadah Jum’at

Siapa bilang saya tidak tunduk kepada Tuhan…

Setiap Jum’at jam 11.30 siang, saya dan teman-teman bergegas menuju ke ballroom
gedung perkantoran yang setiap jumat selalu disulap menjadi masjid untuk jumatan.
Dengan hawa yang adem, sejuk, dan karpet yang empuk, ajang sholat Jum’at tidak bisa
dikatakan penderitaan. Seperti teman saya, dia akan langsung memejamkan mata dan
tidur dengan nafas yang teratur, dan baru tergagap setelah dibangunkan ketika Iqamat
sudah dikumandangkan.

Beruntungnya dia bisa tidur. Saya tidak bisa, karena itu berarti saya akan terbangun dengan perasaan yang tidak nyaman, kaki semutan bahkan cenderung kram, dan pegal-pegal. Makanya saya memilih untuk tetap bangun, meskipun tidak mendengarkan
ceramah secara kusyuk.

Namun ketidakbisatiduran saya itu saya manfaatkan dengan mengeluarkan gaydar saya.
sebenarnya bukan gaydar, melainkan hanya melayangkan pandangan mencari good view.
Banyak muslim-muslim cakep di masjid, dan kebetulan emang saya hanya ’on’ kalo ama
sesama muslim, hehehe… bukan apa-apa, ciuman ama mereka pasti dijamin halal.. hihihi..
Kembali lagi  ke muslim cakep. Banyak banget. Saya melihat muka-muka chubby dengan
bekas cukuran di pipi dan dagu mereka, yang selalu bikin saya deg-degan kalo melihatnya. Belum lagi kalau menemukan lengan mereka yang kokoh dan ditumbuhi oleh bulu-bulu halus ataupun yang agak lebat. Aduh rasanya mau orgasme gimana gitu…

Namun, seperti biasanya, hanya memandangi, memuji dalam hati, ga berani bertindak
lebih jauh n lebih lanjut. Enough is enough. Itu termasuk ujian dari Yang Maha Kuasa. Ga
boleh ngapa-ngapain, cukup dipandangi saja.

Tapi bukan itu saja… ibadah Jum’at masih tetap terasa indah meskipun sudah selesai.
Biasanya, setelah jumatan,  usai berdoa, saya selalu menyempatkan diri untuk ke toilet. Meskipun sebenarnya kadang tidak terlalu kebelet, namun sayang banget kalo moment seperti ini dilewatkan. Saat di toilet ini, begitu banyak yg menerapkan buang air yang baik dan benar ala muslim, sehingga kadang bikin jakun ini naik turun, oh my God!

Bagaimana buang air (kecil) yang benar?
Pertama, angkat baju dan cegah baju itu turun dengan menggunakan leher (dijepit dengan
leher)… disini anda bisa melihat wilayah pusar (kalo ada rambut keritingnya.. oh sungguh sexy…)
Kedua, buka sabuk celana, kait celana, dan resleting, sehingga area celana dalam terbuka
(anda bisa melihat celana dalam dan cetakan dari penis)…
Ketiga, turunkan celana dalam sedikit sehingga penis anda bisa mengeluarkan kandungannya… (so sexy…)

Dan saat itulah saat yang paling sexy dari seorang pria…
Menampakkan ke-jantan-an dia dengan anggun… apalagi kalau pubic hair masih lebat, oh sungguh sexy… (jadi horny sendiri!)

Dan itu bisa disaksikan dengan nikmat… tanpa tertutupi…

Itulah indahnya ibadah Jum’at.

~ oleh duatopengku di/pada 30 November 2007.

Tinggalkan Balasan