Selingan dengan Iklan
Ada kesempatan untuk ke luar kantor hari ini.. Segera gw manfaatin, mumpung lokasi yang dituju juga ga jauh dari tempat pijat langganan gw itu. Setelah urusan kantor kelar, gw sms orang kantor, gw bakalan agak sore balik ke kantor, disini macet! Hahahaha.. enak juga tinggal di kota kemacetan ini! Bisa punya banyak alasan untuk tidak kembali ke kantor cepat-cepat.
Dengan menggunakan kendaraan umum, gw akhirnya sampai juga ke tempat pijet itu. Lagi sepi ternyata. Tapi buat gw ga masalah. Segera gw diberikan satu room, yang ternyata di sebelahnya juga terisi orang. Gw intip sejenak, tu orang ternyata dah bugil, dan telungkup sambil dipijit. Orangnya pendekar gitu lah, pendek dan kekar. Karena dia udah bugil, so otomatis gw mencopoti seluruh pakaian gw sampai gw jadi kayak bayi lagi (alias total naked) n berbaring di tempat pijet gw itu, telungkup dan siap untuk dipijet.
Tangan bapak tua itu memijit gw dengan nyaman, dan gw terhanyut oleh suara musik dari headset-ku, tiba-tiba ku dengar suara tirai pembatas gw dan si orang sebelah itu tersibak. Gw menoleh, dan terkejut mendapati si pendekar itu sudah berdiri disana, telanjang, dan dengan itunya yang siap menerjang (meski tetap lebih besar punya gw). Gw terkesima, melihat bentuk badannya yang bagus, hairy, meski mukanya agak kuranglah, menurut gw. Tapi yang pasti, itunya yang tegang ke atas itu membuat gw sedikit bergairah (sedikit, ga banyak!).
Dia naik ke atas tubuh gw, menggesek-gesekkan itunya ke belahan pantat gw.. gw memberi jalan, dan si tukang pijet itu mengerti kalo itu saatnya dia menunggu. Saat si tukang pijet itu sudah ke bilik sebelah tempat si pendekar td pijet, si pendekar dengan lincahnya langsung menggigiti bagian pantat gw, dan sedikit memainkan lidahnya ke lubang gw. Oh My God… It’s so Great. Terus, dia mulai mencoba memasukkan itunya ke lubang gw… Ya udah, gw biarin, namun tak lama, karena tiba-tiba gw teringat bahwa gw masih belum tuntas menikmati pijetnya. Gw akhirnya berkata kepada dia untuk menunggu. Untunglah dia mengerti.
Gw menyelesaikan pijet gw, begitu pula dia. Dan usai tukang pijet gw mengakhiri pijetannya ke gw dan keluar, si pendekar itu langsung mendekat ke gw. Gw perhatiin dari tadi, si pendekar ini ternyata sedikit eksebisionis. Dia tidak bermaksud menutup dan mengunci pintu bilik pijetnya. Bagus juga, karena gw menikmati semua mata yang mengintip, apalagi kalo yang mengintip cakep… Hei, kenapa harus ngintip? Come and join us!
Saat si pendekar sudah mulai melakukan foreplay ke gw, gw menangkap sesosok bayangan yang mengintip dari bilik sebelah. Segera gw katakan ke si pendekar, “kayaknya yang disana cakep deh.”
si pendekar menoleh, dan tidak menemukan siapa-siapa, namun segera gw dorong dia untuk keluar dan mencari sosok yang tadi mengintip. seperti yang gw bilang dia tidak merasa malu untuk menutupi bagian itunya. Bahkan ia sampai menuju ke ruang sebelah untuk mencari orang yang gw maksud. Dan ternyata, benar. Ada satu orang, lumayan cakep, dan ia menurut saja saat ditarik oleh sang pendekar.
Segera ‘kebinalan’-gw dimulai. gw meminta ia melepas seluruh pakaiannya, dan untungnya dia tidak menolak. segera saja kami bertiga ke dalam formasi ‘bayi’ yang tak mengenakan sehelai pakaianpun. ternyata, itu si bintang tamu panjang dan besar meski tidak terlalu hairy. jadilah gw dan pendekar jongkok di depannya untuk bergantian memasukkan batang itu ke dalam mulut kami. namun tak lama, karena si tamu lebih memilih untuk memasukkan batangnya ke anu kami.
akhirnya gw ngalah, dan berbaring di atas ranjang dengan posisi kaki ke atas dan membuka lebar. si tamu memakaikan kondom ke itu-nya dan dengan bantuan minyak pijat, ia memasukkan itunya ke anu gw. rasanya gimana gitu. sementara gw di-gitu-in, si pendekar berdiri di sebelah gw, menjilati puting susu gw dan puting susu si tamu. namun tak lama, si tamu memutuskan untuk menjadikan pendekar sebagai bottom-nya. meskipun si pendekar nolak-nolak, namun si tamu tetap keukeuh, dan akhirnya pendekar pun ngalah. gw bangkit dari tempat tidur, dan pendekar menggantikan gw. rupanya si pendekar ini termasuk orang yang jarang dimasukin sehingga saat si tamu hendak memasukkan itunya ke anu si pendekar, si pendekar merintih-rintih memohon agar si tamu tidak melanjutkan. Hohohoho.. kamu salah, pendekar. seorang top semakin ia mendengar rintihan memohon agar tidak dimasukkan malah semakin semangat untuk membenamkan itunya lebih dalam. dan itu juga berlaku buat si tamu. ia makin ganas membenamkan itunya ke anu si pendekar. dan gw hanya menyaksikan saja.
dan akhirnya memang itu yang selanjutnya terjadi. si tamu lebih semangat bermain dengan si pendekar. gaya berdiri, jongkok, dan gaya pendekar-on-top dilakoni semua, sementara gw hanya menjadi penonton. lebih menyenangkan. apalagi si tamu ternyata orang yang cukup kuat untuk tidak orgasme sehingga si pendekar sampai nyaris nangis-nangis karena sudah kecapaian dan lubang anunya udah perih. hingga akhirnya si tamu mendorong pendekar dan menyuruh pendekar dan gw untuk jongkok di hadapannya sementara ia mengocok-ngocok itunya. Dan keluarlah air itu dari itunya, yang sayangnya tidak banyak. kebanyakan jatuh ke pendekar yang langsung menyapukan tumpahan air itu dengan tangannya dan membersihkan tangan itu dengan lidahnya. sementara gw cukup menjilati sisa-sisa air yang ada di ujung itunya.
kami bertiga sama-sama puas, dan hanya gw yang tidak keluar saat itu. tapi biarlah. gw emang ga suka keluar di tempat umum! hehehehe
Mungkin agak heran, kenapa kok tulisan ini sepertinya bertentangan dengan tulisan saya sebelumnya yang berjudul JALAN LURUS . Tulisan ini saya buat sebelum saya menulis JALAN LURUS, dan sudah lama tersimpan di draft, hingga akhirnya saya memutuskan untuk melanjutkan tulisan ini. Maaf ya…

Tinggalkan Balasan