Smell Loses All

Ini sebuah pengalaman yang baru aja gw alamin.

Meskipun gw sempat berkata bahwa gw pengen menjalani kehidupan berdasarkan ‘JALAN LURUS’, namun hati ini masih tergelitik dan tergoda saat ternyata gw memiliki kesempatan untuk ‘pijat’. Di lain pihak, gw memang pengen pijat karena badan ini terasa pegal-pegal. Namun di pihak lain, gw sengaja memilih pijet di tempat yang ‘biasa’… Kali aja ada yang ‘bagus’.

Di awal pijat, gw tidak menemukan siapa-siapa. Hanya gw sendiri. Well, di sebelah gw emang ada satu tamu yang lagi dipijet. Seorang chinese, dengan itu ukuran yang ‘kecil’, hairless, dan kurus. Not my type at all! Gw biarin aja dia mijet2, sibuk sendiri, namun tak gw perlihatkan bagian gw ke dia. Tidak.

Setelah usai pijat, tempat pijat itu begitu ’sepi’ tidak ada siapa-siapa. Akhirnya gw memutuskan untuk jalan pulang. Namun di perjalanan, tiba-tiba gw berpapasan dengan seseorang. Perawakannya gemuk dengan bekas cukuran. Pokoknya, tipe gw banget lah. Gw berpikir, apakah gw akan berputar balik atau enggak? Akhirnya gw putuskan untuk berputar balik, mengikuti orang itu yang sudah menghilang ke tempat pijat.

Gw naik, dan benarlah, dia bersiap-siap untuk dipijat. Gw segera menyelinap ke bilik sebelah biliknya, agar pada saat ruangan itu dikunci gw masih bisa bersama dia. Dan harapan gw terlaksana. Ia mulai dipijat, telungkup dan gw mengintip dari balik tirai, memberinya kode, “can i come in?” untungnya dia mengangguk. Yes!

Gw masuk ke bilik itu dan memandangi tubuhnya. Coklat. Gw mulai ciumi pantatnya, dan gw jadi sedikit shock begitu melihat bahwa ia memakai G string renda-renda. Oh My God, what is this? Tapi gw ga berkomentar apa-apa. Gw tetap ciumi dia. Abis gw ciumi, gw putuskan gw lepas seluruh baju gw dan gw tekan-tekan p*n*s gw ke tubuhnya. Akhirnya dia meminta sang tukang pijet untuk menghentikan sementara pijetan, dan kemudian ia membalikkan badannya sehingga gw bisa melihat nyaris semua tubuhnya (dan renda g-stringnya, tentu saja).

Gw mulai mainkan lidah gw ke tubuhnya, pertama ke nipple, kemudian ke perut, dan terakhir saat gw mengarahkan mulut gw untuk mengisap p*n*s-nya, dia menolak. Namun tidak menolak ketika gw menyedot zakarnya. Akhirnya gw bosen, gw coba lari ke putingnya, dan gw mengarah ke armpit-nya (alias ketiak) dan tiba-tiba….

armpit

Uppss?

What’s that smell?

What’s this sweat?

Oh my God, he’s kinda basket and bauket people!!!

Gairah gw tiba-tiba menurun, dan mungkin dia pun menyadarinya, dia memanggil tukang pijat itu untuk memijatnya dan membalikkan badan. Gw pun juga udah ga berminat lagi. Gw buru-buru mengenakan pakaian gw, mengucapkan terima kasih karena telah mau menerima gw masuk, dan gw pun keluar dari ruangan pijat.

Smell makes me loses my appetite…
Wekks!!!

~ oleh duatopengku di/pada 15 Februari 2008.

Tinggalkan Balasan