Secepat Datangnya, Begitupun Hilangnya
…menindaklanjuti blog sebelumnya…

Gw mau cerita, di tempat fitness itu, gw melihat sesosok yang gw suka. Imut banget. Gendut. Hairy. Smiley face. Pokoknya, gw banget!!
Siapakah dia? Gw bertanya2..
Dia selalu fitness di pagi hari, ga pernah berolahraga berat, paling cuma jalan di treadmill aja. Tapi gw suka.
Dia lebih pendek dari gw. Tapi dia hairy. Bekas cukuran di wajahnya selalu membuat gw deg2an.
Dan gw suka.
Lokasi lockernya tanpa diduga selalu berdekatan dengan gw. Sehingga terkadang gw melihat punggungnya yang ditumbuhi bulu itu dengan deg2an.
Tapi, gw ya kayak gitu. Kalo suka ama orang, justru malah cenderung diam. Beda kalo gw ga suka, gw akan ajak ngobrol kenalan dsb dsb.
Hingga tadi. Tanpa terduga, gw sebelahan lockernya ama dia. Gw ga sangka. Hingga saat ia selesai mandi, gw selalu melihat profil tubuhnya sambil mengeringkan badan gw sendiri -dan gw ga pura2, karena gw juga abis mandi kan?- . Gw melihat dia menggoreskan deodoran pada ketiaknya, dan menyemprotkan parfum ke sekujur tubuhnya. Parful Arbes dari The Body Shop kalo gw ga salah. Mata gw ga bisa lepas dari dadanya, dari perutnya, dan sesuatu di balik boxernya. Aaaarrrggghh…
Nyaris puas gw. Rasanya yang belum gw lihat hanyalah apapun yang ada di balik celana boxer ketatnya. Tapi gw ga terlalu berharap apa2 di balik boxer itu. Paling ya gitu2 doang. Hehehehe…
Dia akhirnya selesai, dan gw juga selesai. Gw memutuskan keluar duluan karena udah terlanjur kepusingan, gw minum dulu lalu jalan ke lift, dan tanpa gw sadari dia ternyata ada disana.
Hingga akhirnya kami berdua di dalam lift tersebut.
Di dalam lift, Dia mengeluarkan dompetnya dan mengeluarkan sesuatu -yang semuanya tak lepas dari pandangan gw- yang ternyata adalah… Cincin, yang ia langsung pakaikan di jari manis kanannya.
Runtuhlah dinding harapan gw. Gw paling ga bisa mencoba flirting n jatuh cinta ama mereka yang udah married kecuali kalo mereka sebelumnya emang dah memberi sinyal. Gw ga bisa mencoba nakal dengan mereka. You can call me Jaim but I prefer to take it as respect to the married guys.
Hilanglah rasa naksir gw. Cinta gw.
Secepat datangnya begitu pula perginya.
Gw hanya bisa tersenyum getir, menghela iri pada siapapun wanita yang memiliki pria seindah ini, dan berharap keluarga mereka akan selalu diberkahi rahmat.
Menguatkan diri gw sekaligus mengusir rasa tertarik gw ke dia, gw menarik nafas sebentar, kemudian berkata, “kayaknya tiap pagi kesini terus ya, mas?”
Yup, gw kalo suka ama orang emang kayak orang bego. Karena skrg gw udah ga terlalu suka, so I decided to start the talking.
And he responsed good, thank God.
