This conversation happened in the last couple days ago…
My cellphone showed a miscall, I looked at it and realize it was my mother who tried to
contact me. I took a courage to call them (my mother and father) back…
Bunda : Hallo?
Me : You were just called…
Bunda : Oh yeah, I just want to talk to you about something…
*mulai dari sini pembicaraan menjadi agak serius*
First:
(1) Ayah and Bunda never have your address in Jakarta, could you send them via sms?
Ups… ini agak serius… karena saya selalu bingung untuk memberikan alamat kos-kosan saya yang di Jakarta.. takut Ayah dan Bunda tiba-tiba nongol di depan pintu kamar, dan menemukan bahwa anaknya ini ternyata tinggal
berdua dengan seorang pria gendut berewokan yang tidak ada hubungan apa-apa selain
cinta… hallah… maksudnya?? akhirnya jawabannya satu… terdiam… dan belum kirim sms jawaban…
(2) Ini ada Om ….. dia minta kamu untuk main ke rumahnya…
Hmmm… ada ajang perjodohan lagi nih. Tapi jujur, saya sebenarnya mau banget untuk
ajang perjodohan ini. Daripada nyari sendiri? Belum tentu dapet kan? Mendingan ini, udah
pasti dapet dan dah pasti direstui pula… Cuma masalahnya… saya belum kenal anaknya,
dan saya tidak begitu akrab dengan si Om itu… Kalo akrab, pasti saya akan bela-belain ke
rumahnya, dengan iming-iming piano itu… :-D Disini jadi mati gaya..
tapi kali ini ngomongin juga ke Bunda kendala-kendala saya pribadi… untungnya Bunda
ngerti… tapi tetap dilanjutkan, Ya ga pa pa kan? Sekali-kali aja main.. Kali-kali aja jodoh? Pengennya sih.. cuma kenapa harus ke rumahnya. Di era yang secanggih ini, kan
bisa aja telpon dulu.. e-mail dulu… sms dulu… mms dulu… video call dulu…
Ah, repot…
Tapi ya di iyain dulu deh.
Kali aja jodoh.
Dan telepon pun berakhir.
10 menit. Bayar mahal deh ni telepon…
