From a Mother to his Son

•30 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

This conversation happened in the last couple days ago…

My cellphone showed a miscall, I looked at it and realize it was my mother who tried to
contact me. I took a courage to call them (my mother and father) back…

Bunda : Hallo?
Me : You were just called…
Bunda : Oh yeah, I just want to talk to you about something…
*mulai dari sini pembicaraan menjadi agak serius*

First:
(1) Ayah and Bunda never have your address in Jakarta, could you send them via sms?
Ups… ini agak serius… karena saya selalu bingung untuk memberikan alamat kos-kosan saya yang di Jakarta.. takut Ayah dan Bunda tiba-tiba nongol di depan pintu kamar, dan menemukan bahwa anaknya ini ternyata tinggal
berdua dengan seorang pria gendut berewokan yang tidak ada hubungan apa-apa selain
cinta… hallah… maksudnya?? akhirnya jawabannya satu… terdiam… dan belum kirim sms jawaban…

(2) Ini ada Om ….. dia minta kamu untuk main ke rumahnya…
Hmmm… ada ajang perjodohan lagi nih.  Tapi jujur, saya sebenarnya mau banget untuk
ajang perjodohan ini. Daripada nyari sendiri? Belum tentu dapet kan? Mendingan ini, udah
pasti dapet dan dah pasti direstui pula… Cuma masalahnya… saya belum kenal anaknya,
dan saya tidak begitu akrab dengan si Om itu… Kalo akrab, pasti saya akan bela-belain ke
rumahnya, dengan iming-iming piano itu… :-D Disini jadi mati gaya..
tapi kali ini ngomongin juga  ke Bunda kendala-kendala saya pribadi… untungnya Bunda
ngerti… tapi tetap dilanjutkan, Ya ga pa pa kan? Sekali-kali aja main.. Kali-kali aja jodoh? Pengennya sih.. cuma kenapa harus ke rumahnya. Di era yang secanggih ini, kan
bisa aja telpon dulu.. e-mail dulu… sms dulu… mms dulu… video call dulu…
Ah, repot…

Tapi ya di iyain dulu deh.

Kali aja jodoh.

Dan telepon pun berakhir.

10 menit. Bayar mahal deh ni telepon…

Red in My Head

•30 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

It happened in this morning…
I was just doing my routine, go to the toilet and did the pee…

and then I saw it…

first I was scared… what was it?
“why there are some red thing in my dick’s head?”
“what is it?”
“is it blood? but why it didn’t hurt a bit?”
“is it scratch? i didn’t feel itchy there…”

Then I worried… what was it?
I took a moment for breathing… to swap away my fear and worried…
Dammit.. what was it?

And I took a chance, to be brave to conquer it all.
I touch my dick’s head  and it feels so good and it made my horny and specifically, touch the red thing…

And it was disappeared…
It nicely move to my hand and I analyzed it…

Thanks, God, it was just a piece of my red-towel’s fiber…

Nothing serious.

Feel ashame to scare for something simple like that,
made me finish my pee quickly and go out…
didn’t want to take a peek on neighbours…

Thanks God!

Parkiran Motor

•30 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Parkir Motor

Kemacetan yang semakin menggila di Jakarta membuat sebagian orang mencoba untuk mengakalinya dengan menggunakan sepeda motor. Apalagi dengan moda transportasi umum yang belum ramah bersahabat bagi sebagian orang, sepeda motor menjadi alternatif yang menyenangkan. Kegesitan, ketangguhan, serta irit bahan bakar yang diberikan oleh sepeda motor menjadikan kendaraan roda dua ini segera memiliki penggemar di jalanan Jakarta.

Ini dibuktikan juga dengan area perkantoran yang sudah mulai bersahabat dengan mereka yang mengendarai sepeda motor. Kalau dulu mencari parkiran sepeda motor itu terasa susah dan menyebalkan, serta dianggap tidak friendly, kini motor juga sudah mendapatkan tempat di basement gedung perkantoran. Sungguh menyenangkan.

Sebenarnya yang menjadi hal yang lebih menyenangkan adalah saat di parkiran motor itu. Saya baru menyadarinya sekitar beberapa bulan yang lalu.

Did I ever tell you that I had fetishes with nipples?
Khususnya yang  berwarna hitam dan lebar.. sangat indah apabila tersaji dengan kombinasi warna kulit coklat muda dada pria… hmm.. tidak perlu bidang, asal jangan kurus banget… don’t say it..  I will puke on you…

Dan ternyata, di parkiran motor, saya selalu bisa menemukan nipples para pekerja. Yah, mereka biasanya berganti baju di area parkiran motor. Jarak yang jauh menyebabkan mereka memutuskan berangkat ke kantor dengan memakai baju kaos biasa, dan kemudian baru menggantinya setelah tiba di kantor, tepatnya di area parkir motor. Saya selalu ternganga terkagum-kagum apabila sampai di parkiran motor dan menemukan mereka tengah melepas baju mereka dan kemudian mengganti pakaian disana… Apalagi kalau sebelumnya mereka mengelap keringat di badan mereka, aduh sexy sekali…

Alhasil, saya jadi suka berlama-lama berada di parkiran motor. Tapi tidak sebegitu lama sih… Palingan juga cuma mencoba
mengulur waktu dengan meletakkan helm, mengecek earphone, memasang alarm yang ga
ga perlu dan sebagainya…

Hanya untuk menikmati pemandangan indah itu…

Ah, kasian sekali saya…

Adat di Chatting

•21 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Aku agak bingung nih…

YM

Di YM-ku tiba-tiba ada satu nick yang sumpah jelas-jelas aku lupa siapa dia… Saat aku tanya siapa, eh, dia malah marah-marah… Bilangnya aku ga pedulian lah… Sombong lah… dan kata-kata sejenis…

Asli, naik darah!
Siapa dia sih, seenak-nya aja menjelek2an aku…. ngatain aku sombong dan teman-temannya… Hello.. orang lupa itu manusiawi, dan jujur, aku termasuk tipe orang yang pelupa kalau baru kenal sekilas… Makanya emang kadang2 ada beberapa teman yang memprotes, kok aku kayak sombong. Tapi itu bukan karena aku ga mau mengingat2… hello… aku ini pelupa!!

Sekarang, siapa sih yang sombong? Yang ga mau menjawab siapa dirinya setelah aku tanya baik-baik??

Hello?? Aku selalu memulai pertanyaan, maaf ini siapa, soalnya saya lupa…?? Namun jawabannya mbulet ga karuan, ga jelas juntrungannya, malah menuduh yang macam-macam… Capek deh.. Mending aku stealth setting aja sekalian ke dia…!!!!

Akhirnya aku dah tau siapa dia…
Tapi hati ini dah dongkol bin males… jadi ya biarin aja. Aku udah minta maaf, tapi aku juga malas untuk melanjutkan pembicaraan.. Biarin aja! Kali ini aku tunjukin kesombonganku… Capek!! Padahal sudah jelas yang boleh sombong itu hanya Yang Di Atas…
Maaf ya, Tuhan, saya berusaha untuk tidak sombong, siapa saya ini?
Tapi orang-orang itu membuat saya kesal… Maafkan saya, Tuhan…

Males Online

•21 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Lagi males online di YM…

Mengetik

Alasannya: Takut salah ngomong aja…

Nanggapin pembicaraan, dianggap mengumbar-umbar, memancing-mancing, dianggap terlalu pengen tau… Lagipula, suka mati topik juga kalo ngobrol..

Ah, mending ga usah online aja sekalian.

Holding Hands…

•16 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Marriage

Browsing foto-foto temen2 di Friendster, dan rasanya makin miris melihat banyak foto-foto teman-teman yang sudah berdampingan dengan istri mereka, bahkan sambil menggendong anak mereka… Foto mereka nampak begitu bahagia, begitu lepas senyum dan tawa mereka, yang membuat hati ini jadi sirik…

Ups, ga boleh sirik, teman…

Abis gimana dong?

It’s your own choice, right?

Yeaah… right!

Kapan ya bisa seperti mereka?
Kalo kata seorang teman, saat kamu pulang ke rumah, membuka pintu, dan tiba-tiba menemukan suatu momen kesunyian yang sangat menyesakkan dada, itulah saat dimana sudah saatnya kamu menikah. Benarkah?

Dalam impianku… Aku membuka pintu, masuk dengan tampang dan badan lelah, badan penuh keringat akibat berjuang melawan kemacetan. Namun saat pintu dibuka, anakku dengan riangnya berlari memelukku, “Ayah pulang…” teriaknya gembira.

Aku tersenyum, melempar tas kerja dan membuka tangan untuk memeluknya. Dia langsung menubrukku, namun kemudian memberontak saat aku berusaha membalas memeluknya. “Ayah bau… Ayah bau…” begitu protesnya.
Aku malah makin senang, menggodanya dengan menciumnya, membiarkan kulitnya yang halus tersapu oleh cukuran jenggot yang mulai tumbuh, dan tersenyum saat melihat reaksinya. Kemudian istriku datang dari belakang, mengambil anakku dan kemudian mencium lembut bibirku, “Ayah mandi dulu dong, udah ditungguin dari tadi.”

Aku mengangguk dan memandang mereka yang berjalan duluan di depanku. Oh, betapa bahagianya bahwa aku telah memiliki keluarga yang begitu sempurna…

Telah??
Sorry, salah.. maksudku… andaikan aku memiliki keluarga yang sesempurna khayalanku.

Sempurna? Nobody’s perfect in this world…

Could you be quiet and respect my imagination, please?

Hello, I’m also your imagination!!!

Huh..!!
Kapan ya? (dream mode: ON)

Pengen…

Hug n Kiss

•15 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Just watch the TV recently (just now, actually…)

Annisa Pohan menjemput sang suami tercinta dari penugasannya di Lebanon… Setelah sekian lama berpisah mereka berkumpul kembali… dan … (I can imagine what would happen tonight… hehehehe…)

Tapi ternyata, tanpa sengaja, saya menitikkan air mata saat menyaksikan pelukan rindu sang Annisa kepada suaminya. Saya selalu merasa terharu melihat pasangan suami-istri, khususnya yang dari tentara, harus berpisah karena tugas negara yang diemban oleh sang suami. Kekhawatiran akan terjadinya suatu hal yang membahayakan nyawa sang suami, apalagi jauh di negeri orang, membuat ekspresi kelegaan dan kerinduan yang terpancar dari sang istri saat bisa bertemu dan berkumpul kembali dengan sang suami tak bisa terbohongi…

Damn… ingin merasakan hal seperti itu…

Dipeluk dengan penuh rindu oleh seseorang yang mencintai kita dan sangat kita cintai… Kalau sekarang?

(You watch movies too much…)

But hei, saya tidak sedang menyaksikan film… Saya hanya menonton infotainment…!

(You watch gossip too much…)

And you complain so much!!

Wo’o.. Ketahuan…!!!

•15 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Jadi seperti lirik lagunya si Matta, Ketahuan…
Wo’o kamu ketahuan.. pacaran lagi dengan dirinya… teman baikku…

Affair

Hei, tapi gw ga senista itu.. Gw ga pacaran dengan teman baiknya. Itu mungkin akan menjadi hal paling tergoblok yang pernah gw lakukan…

Gara-garanya, gw lupa meng-clear semua jejak gw di internet sehingga terbaca dan menimbulkan pertanyaan dari si yayang.. oh my God… kenapa untuk hal sekecil itu aja gw bisa lupa…

Tapi gw ga selingkuh, Yang… Gw hanya menggunakannya untuk kepuasan, mencari mereka yang berukuran ‘enormous’ dan secara profesional, tanpa melibatkan perasaan gw… We were doing it professionally…

Tapi tetep aja.. Ketahuaaaaan!!!!!

SHORTBUS

•14 November 2007 • Tinggalkan sebuah Komentar

Shortbus

It’s a crazy movie!
Semuanya ada… Semuanya hardcore! Tak ada yang Ditutupi!
Dari gay, straight, lesbian, orgy…

Cuma yang perlu digarisbawahi adalah film ini lebih cenderung
menampilkan kehidupan Gay dan Straight…
Well, you can see P*N*S everywhere here.

It’s a must see movie!

Threesome… Why (Not) ?

•14 November 2007 • & Komentar

Pertanyaan di atas cukup menggelitik tidak?

Threesome… why (not) ?

Threesome

berarti dua…
(1) Kenapa melakukan threesome? … dan….
(2) Kenapa tidak?

Yang pasti saya pernah melakukannya. Untuk mengusir kejenuhan dengan pasangan dan
merasakan sensasi petualangan erotis yang baru… Untuk alasan yang pertama, saya
sangat merasakannya. Dengan kejenuhan akibat rutinitas hubungan berdua, kedatangan
seorang bintang tamu bisa membawa angin segar ke hubungan kita. Saya merasa makin
cinta setelah melihat pasangan saya bercinta dengan sang bintang tamu.
Call me crazy, but yes I enjoy it…

Tapi, itu tentu saja berbeda bagi setiap orang.

Bahkan bagi pasangan saya pun awalnya tidak merasa enjoy melakukannya. Namun
berkat bujukan pacarnya yang setan ini.. hehehe.. akhirnya ia bisa melakukannya. Bahkan
ia mulai mencari teman bintang tamu untuk dinikmati bersama.

Yah, tentu saja, tidak semua orang bisa menikmatinya…

Well, enjoy your choice, and I will respect it..